Perubahan, Tanggung Jawab Kita Bersama!




“Seribu orang tua hanya dapat bermimpi, satu orang pemuda dapat mengubah dunia.” (Bung Karno).

            Maknai dan resapi tiap bulir dari kata-kata yang diucapkan oleh sang proklamator itu saudara, sejarah telah membuktikan jalannya, seorang R.A. Kartini melalui tulisan-tulisanya mampu mengubah kedudukan dan harkat wanita Indonesia, Boedi Utomo dengan semangat kebangsaanya mampu menyulut semangat kebangkitan nasional.

Ya, saudaraku  sekalian. Seorang saja, cukup satu orang saja, dengan kerja keras dan pandangan visionernya, dulu mampu mengangkat sauh dan melayarkan bahtera sejarah ke jalan yang diimpikannya. Tentu saja apa yang mereka raih, seluruh prestasi yang mereka ukir, merupakan sari pati dari hasil kerja keras dan perjuangan tak mengenal lelah, tak peduli dengan alunan nestapa yang mengiringi hari-hari, tak peduli sekeras apapun para kaum imperialis menekan dan meredam letupan indah pemikiran dan impian mereka.

Namun sekarang keadaan telah berubah saudara, diera globalisasi kini, perubahan yang fundamental tidak bisa kita harapkan dari satu orang saja. Butuh banyak orang-orang dengan semangat nasionalisme, dedikasi, loyalitas dan impian yang besar untuk mewujudkanya.

 Nah, karena kebutuhan akan orang-orang seperti  itulah, sekolah pencetak kader pamong (APDN, STPDN, IPDN) ada, karena bangsa ini membutuhkan orang-orang visioner dengan dedikasi dan pengabdian tanpa batas. Itulah harapan yang dititipkan oleh para pendiri  almamater ini kepada kita. Para kader pamong praja yang dididik di IPDN ini, kelak diharapkan mampu menjadi sosok Agent of Change, sebagai penular virus kebangkitan, virus perubahan.


Dari Sabang sampai Merauke kita disatukan di kesatriaan IPDN. Agar mampu menjadi seorang Indonesia sejati teman. Tak peduli kulitmu hitam atau putih, tak peduli apa kepercayaanmu, tak peduli suku bangsamu, tak peduli dengan segala perbedaan itu teman. Karena kita Praja, kita perekat dan pemersatu bangsa. Ya, hanya dengan menjadi seorang Indonesia sejatilah teman, perubahan bisa kita ciptakan, kebangkitan bisa kita wujudkan.

Itulah hakikat kenapa almamater tercinta ini hingga saat ini tetap dipertahankan eksistensinya. Gelontoran uang milyaran, hasil sumbangan pajak dari seluruh rakyat dari berbagai lapisan, dititipkan dan diamanahkan kepada  kita. Dengan harapan, diesok hari nanti, pemuda-pemudi pilihan ini mampu melaksanakan dharma bhaktinya untuk bumi pertiwi, mampu menjadi the real agent of change.

Jika kita ingin Indonesia bebas dari korupsi. Maka, teriakanlah perlawanan terhadap korupsi, jadilah garda terdepan untuk memeranginya, matikan segala sistem buruk yang memungkinkan hal busuk itu terjadi.

Kita ingin Indonesia sejahtera? Maka teriakanlah suara pembaharuan teman, bersama kita bekerja keras, bekerja cerdas, kita internalisasikan semangat ambeg paramartha yang tiap hari kita teriakan di lapangan upacara. “berjanji untuk mengedepankan kepentingan Negara dan masyarakat diatas kepentingan pribadi dan golongan”.

Merubah dan membangun bangsa adalah tanggung jawab kita, tanggung jawab almamater kita. Bersatulah teman, terus gali ilmu kini, dan hibahkan lah diri kita nanti untuk kepentingan bangsa tercinta ini.

“Negeri kita kaya! Kaya! Kaya-raya Saudara-saudara!. Berjiwa besarlah! Berimagination! Gali ! Bekerja! Gali! Bekerja! Kita adalah satu tanah air yang paling cantik di dunia”. Itulah kata-kata pembakar semangat yang pernah diucapakan proklamator kita tercinta.

Jayalah IPDN! Jayalah Indonesia! Perubahan itu tanggung jawab kita bersama. Salam Perubahan!

0 comments: